“Aryo Wijoseno”

Sebagai pribadi yang cukup sukses dengan pencapaian saat ini, Aryo Wijoseno, atau Pak Aryo, demikian beliau dipanggil, sewaktu kecil sempat pernah bercita-cita sebagai tentara atau insinyur meski kemudian pada akhirnya memilih bidang ekonomi sebagai seorang akuntan.

Perjalanan karirnya di Garuda Indonesia dimulai dari staf biasa yang masuk dari entry level tingkat sarjana, lalu menjadi manajer muda, hingga terus meningkat menjadi General Manajer di Brisbane dan baru-baru ini dipindahtugaskan ke Perth, WA, Australia.

“Memang dari kecil orang tua saya mendidik saya secara keras walaupun mereka orang yang berkecukupan. Mereka menanamkan bahwa harta bisa habis, namun ilmu tidak bisa habis, dan untuk mencapai kesuksesan harus dilalui dengan kerja keras dan berdoa kepada Allah SWT tentunya, ” tambahnya.

small0015

Beliau memandang perlunya para pemuda Indonesia untuk memupuk optimisme dan bekerja kerja keras dalam mencapai cita-cita. Perasaan inferior menurutnya adalah akibat dari penjajahan terhadap bangsa Indonesia yang cukup lama meskipun sebenarnya bangsa kita memiliki sejarah sebagai bangsa yang besar. Menurutnya, mentalitas inferior inilah yang harus diperangi dengan keyakinan yang tinggi bahwa bangsa Indonesia mampu berbicara di kancah internasional.

“Perusahaan tempat saya bekerja, Garuda Indonesia, adalah salah satu dari hanya tujuh Airline bintang lima di dunia, dan itu adalah pencapaian yang sangat menakjubkan yang tidak terbayangkan 20 tahun lalu, ” kata beliau mencontohkan. Hal ini menjadi salah satu bukti pencapaian yang tinggi bagi bangsa Indonesia.

Sebagai perusahaan komersil yang 70% sahamnya dimiliki oleh negara, Garuda Indonesia di Brisbane di bawah arahan beliau selama ini juga mempunyai misi untuk memperkenalkan Indonesia lebih luas di Australia dan dalam prakteknya  selalu mendukung kegiatan masyarakat dan pelajar yang berkaitan dengan misi tersebut di atas. Rumah dinas beliau pun sering menjadi jujugan masyarakat Indonesia untuk bersilaturahmi dan menjalin keakraban baik dengan sesama warga Indonesia maupun dengan warga Australia.

Pemuda dan Media.

Pak Aryo juga menambahkan bahwa pemuda harus lebih selektif dalam mendapatkan informasi. Terlebih lagi saat ini banyak media yang hanya memberitakan hal-hal yang bersifat negatif. Pemuda diharapkan dapat lebih cerdas dalam menyampaikan kritik yang membangun dengan memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada.

“Mestinya media bisa bersikap lebih objektif. Kalau dalam hal ini pemerintah ada lompatan atau ada hal positif dari pemerintah..ya beritakan. Tapi kalau pemerintahannya salah dan ada hal yang harus diperbaiki..yaa..beritakan juga!”, tegas beliau.

Pak Aryo mengkritisi kecenderungan media untuk membuat berita yang tendensius dan bombastis dengan melupakan perlunya media untuk memberikan edukasi kepada pembacanya.

“Tidak semua masyarakat kita ini bisa berpikir kritis dan gampang terpengaruh sekali terhadap isu terutama isu yang sifatnya negatif,” imbuhnya.

Selama 2 tahun di Brisbane, Pak Aryo melihat masyarakat dan para pelajar di Brisbane sudah banyak melakukan hal yang positif. Namun demikian, dirinya berharap khususnya kepada masyarakat dan pelajar Indonesia di Brisbane agar menjadi duta Indonesia yang lebih berperan aktif dan berani mengkampanyekan Indonesia secara baik.

Di akhir perbincangan kami, sosok sederhana pengagum Soekarno ini tidak mau mempunyai target yang muluk-muluk dalam karirnya di masa yang akan datang. Baginya cukup untuk selalu bisa menjadi orang yang berani berkorban dan  memiliki kontribusi bagi negara, bangsa, agama dan keluarga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s