Lodi Meda Kini

Semangat yang tinggi itu terpancar dari kata-kata yang disampaikan dengan lugas oleh gadis bernama Lodi Meda Kini.

Gadis berusia 22 tahun itu ingin berkontribusi lebih nyata untuk Indonesia khususnya untuk wilayah Indonesia bagian timur.  Lahir di Bengkulu dan dibesarkan di tengah-tengah keluarga akademis tidak serta-merta menjadikan Lodi, begitu dia dipanggil, ingin berkecimpung di dunia pendidikan. Pada awalnya, Lodi yang memang hobi bernyanyi dan bermain piano ini aktif di dunia musik dengan berbagai capaian prestasi dan ingin terus bermusik. Namun pada suatu titik dirinya merasa menemukan panggilan lain yang membawanya untuk lebih serius menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Lodi secara gamblang menjelaskan, “Diakhir perkuliahan saya di Teknik Industri Universitas Brawijaya Malang, saya menemukan panggilan saya. Jawaban atas pertanyaan yang bertahun lamanya saya tanyakan kepada semesta. Mengapa saya harus berada di lingkungan para pembaca buku dan penghitung. Ya, berbekal pengetahuan yang saya miliki saya rindu untuk bisa kembali ke kampung halaman saya. Membangun harapan, memberikan kontribusi, menjadi solusi atas permasalahan yang berujung pada kesejahteraan hidup saudara-saudaraku”.

LodiGI-4738

Pulau Sabu di Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah sebuah daerah dimana keluarga besar Lodi berasal, yang dihuni oleh 100.000 jiwa dengan luas area kurang lebih 460.000 km2. Pulau ini memiliki iklim kemarau yang panjang dan curah hujan yang rendah. Oleh karenanya penduduk disana harus menempuh perjalanan yang jauh untuk mendapatkan air bersih.  Kesulitan-kesulitan hidup di daerah ini semakin memotivasi Lodi untuk bercita-cita menempuh studi yang lebih tinggi di bidang energi terbarukan dan berkesempatan untuk memberikan kontribusi konkrit pada permasalahan di Indonesia Timur.

‘’Harapan saya di masa depan, saya dapat menjadi bagian dari institusi pendidikan tinggi (dosen) di NTT sebagai langkah awal saya untuk dapat memberikan kontribusi melalui kegiatan pengabdian masyarakat dan penelitian serta mengusahakan pendidikan yang baik sehingga putra-putri daerah di pelosok sekalipun dapat mengecap pendidikan yang baik sebagaimana yang saya rasakan ketika saya berkuliah di Universitas Brawijaya”, Lodi menambahkan.

Indonesia bagi Lodi adalah sebuah perjuangan dan keberanian. Perjuangan yang dimulai dari diri sendiri, perjuangan untuk keluar dari zona-zona nyaman, perjuangan untuk menahan bibir dari kata mengeluh dan perjuangan untuk terus memberikan yang terbaik tanpa lupa menjadi baik. Lodi berharap pemuda Indonesia tetap bersemangat berkarya untuk negeri tanpa berkeluh kesah apalagi sumpah serapah terhadap bangsa sendiri.

LodiGI-4752

“Jika ada kekurangan maka bantulah negara ini, janganlah kamu hina”, sebuah kalimat dari seorang bijak yang terus diingat oleh Lodi.

‘’Berhentilah mengeluh, bekerjalah, berjuanglah, bantulah, dan berikan yang terbaik. Saya percaya air kotor yang berada di dalam gelas perlahan lahan akan meluber keluar jika terus menerus diisi dengan air bersih”, imbuhnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s